DEMI WAKTU

Ttt...tit...tit....., seperti biasa alarm jam ku berbunyi tepat pukul 04.30 WIB., aku terbangun?, tentu saja aku terbangun, namun tidak lama, hanya sekedar mematikan bunyi yang membuat tidurku terganggu, dan setelah itu aku pun terlelap kembali.
 
"kar....kar.. katanya mau ujian wayang?", suara temanku fuad terdengar sedikit gusar sembari membangunkanku dari tidur.

"Astagfirullah!, jam sabaraha ayeuna?", tanyaku pada Fuad.

"jam sapuluh jang", jawab Fuad, 

dan itu tandanya aku sudah terlambat untuk mengikuti ujian wayang, yang dilaksankan pukul 09.00 WIB., sesuai dengan aturan bagi yang terlambat datang ujian dianggap gugur dan harus mengulangi mata kuliah tersebut.

"Ah, sial!!!", teriaku sambil melempar jam tangan ke tembok, rasa kesal dan menyesal menjadi satu pada waktu itu, bagaimana tidak, mata kuliah wayang ini sudah tiga kali aku mengulang, dan sekarng harus aku mengulang lagi, yang paling membuatku menyesal adalah kembalinya aku tidur padahal sudah terbangun.

Setelah satu jam, terdiam merenung menyesali apa yang menjadi kebodohanku, akhirnya aku pun berusaha menerimanya. Kucari jam tangan yang aku lempar ke tembok, dan ternyata jam tangan itu rusak, laangsung saja aku berinisiatif untuk memperbaiki jam tangan ini, sambil mengingat-ingat dimana service jam tangan yang paling dekat dengan kampusku. Oh iya aku ingat dulu aku pernah mengantar Dado temanku untuk memperbaiki jam tangan, kalo tidak salah di depan Unla, tepatnya di Jl. Cilentah 14, Bandung 42064. 

Langsung saja tanpa pikir panjang aku bergegas ke sana, dengan menggunakan angkot jurusan buah batu-kalapa dari kampusku, tidak sampai 15 menit aku sampai di depan kampus unla, aku turun di situ, lalu berjalan ke arah pungkur, sebelum jembatan, di sberang seblah kiri ada kios kecil berwarna biru, berbagi lapak dengan tukang kunci, ya di situlah Pak Zamzam menawwarkan jasa service jam tangan.
 
Sambil menunggu jam tanganku diperbaiki Pak Zamzzam, agar tidak jenuh aku pun coba mencairkan suasana dengan mengajaknya mengobrol, dan dari hasil obrolan itu, aku banyak mendapatkan informasi seputar pekrjaan Pak Zamzam, misalnya Service Jam tangan Pak Zamzam sudah berdiri dari tahun 1985, melayani ganti batu jam (Rp. 5-10 k), ganti tali jam, dan kerusakan-kerusakan lainnya (tarif service Rp. 20-30k). melayani setiap hari dari Pukul 09.00 WIB.- 16.00 WIB.

Namun dari semua obrolan ada yang membuatku sedikit tercengang bahwa Pak Zamzam ini mempunyai enam orang anak dan keenam-enamnya sarjana. Secara matematis agak sedikit mustahil, dengan penghasilan 50 ribu/hari, jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan sehari-hari saja mungkin sulit, tapi tidak ada yang mustahil memng di dunia ini, jika DIA berkehendak. Akh makin malu saja aku ini, tujuh tahun kuliah tak kunjung beres, bahkan setelah beres pun belum punya kepastian akan masa depan, malu dengan Pak Zamzam yang tak bersekolah tinggi namun bisa mengantarkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Paadahaal waaktu kami sama, hanya saja berbeda dalam menggunakannya.  



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ENTAHLAH YANG JELAS SAYA MALU

SEBAIKNYA FILIPINA DATANG KE TEMPAT INI SOAL SEPATU

SENI SEBAGAI MEDIA TAUHID KAUM SUFI