Service Radiator Pak Mamet
Service Radiator Pak Mamet berlokasi di Jl. Cilentah 1,
Banduung 42064 (Sebelah kanan jalan cilentah (dari arah kampus unla
kurang lebih 50 m)).
Telp : 081 221 352 704
Telp : 081 221 352 704
Sesuai dengan namanya bahwa usaha dari Pak Mamet ini menawarkan jasa perbaikan Radiator. Namun sebelumnya tahukah kamu apa itu radiator?.
Radiator adalah alat penukar panas yang digunakan untuk memindahkan energi panas
dari satu medium ke medium lainnya yang tujuannya untuk mendinginkan
maupun memanaskan. Radiator yang kita kenal pada umumnya digunakan pada
kendaraan bermotor (roda dua atau roda empat), namun tidak jarang
radiator juga digunakan pada mesin
yang memerlukan pendinginan ekstra. Seperti pada mesin mesin produksi
atau mesin mesin lainnya yang bekerja dalam kondisi kerja berat atau
lama. Pada kendaraan baik motor atau mobil radiator pada umumnya
terletak di depan dan berada didekat mesin atau pada posisi tertentu
yang menguntungkan bagi system pendinginan. Hal ini bertujuan agar mesin
mendapatkan pendinginan yang maksimal sesuai yang dibutuhkan mesin.
radiator terdiri dari tangki air bagian atas (upper tank), tangki bagian
bawah (lower water tank) dan radiator core pada bagian tengahnya (https://id.wikipedia.org/wiki/Radiator).
Biasanya yang menyebabkan radiator tidak berfungsi dengan baik, karena terjadinya kebocoran. Para pemilik mobil umumnya percaya bahwa dengan rutin mengganti cairan
radiator secara teratur dan dengan cairan merek terkenal tak akan ada
lagi persoalan. Ternyata itu saja tidak cukup, berikut beberapa penyebab terjadinya kerusakan pada radiator.
1. Sering membuka tutup radiator
Hal ini memang terdengar sepele atau main-main. Namun, sejatinya, sering membuka tutup radiator–saat ingin menambah atau mengetahui kondisi cairan radiator–merupakan cara yang tidak benar.
Terlalu sering membuka tutup radiator akan memperbesar peluang tutup radiator rusak. Pasalnya, pada tutup radiator terdapat dua katup, yaitu katup tekan dan katup vakum. Keduanya berperan penting dalam menjaga temperatur mesin dengan mempertahankan volume air pada sistem pendingin mesin.
Kedua katup tersebut bergantian mengeluarkan dan mengisap air dari tabung cadangan cairan ke radiator dan sebaliknya. Bila katup rusak, maka mekanisme sedot dan kiriman air dari tabung ke radiator tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Akibatnya, radiator kekurangan air dan rusak. Mesin pun mengalami panas berlebihan atau overheating.
Buka tutup radiator itu disarankan hanya dilakukan saat mengganti cairan yaitu jika mobil telah digunakan untuk menempuh perjalanan 40–50 kilometer. Bila mobil jarang dipakai, penggantian harus dilakukan bila telah satu tahun.
2. Tidak tepat saat menguras cairan
Menguras cairan radiator terlihat sangat gampang. Tinggal membuka tutup pembuangan di bagian bawah peranti itu dan membuka tutup pengisian, cairan di dalam radiator pun mengalir deras.
“Tetapi itu tidak cukup. Karena sebagus apa pun kualitas cairan dan mereknya terkenal, tidak ada jaminan di dalam radiator tidak menimbulkan zat sisa yang mirip lumpur,” kata Sunarwan.
Zat sisa itulah yang harus dibersihkan. Caranya, dengan menyemprotkan udara bertekanan tinggi–namun jangan terlalu tinggi–ke lubang radiator. Setelah itu, bilaslah dengan mengalirkan air dari selang dengan debit yang cukup besar ke lubang tersebut.
Selain menyumbat saluran air radiator, keberadaan zat sisa yang timbul karena proses reaksi kimia antara logam radiator, cairan, udara, dan suhu yang berubah-ubah, itu juga berpotensi menyebabkan karat di radiator. Akibatnya, radiator bocor.
“Bila terjadi kebocoran, maka cairan akan terus berkurang. Kekurangan cairan berarti radiator tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya dan mesin pun overheating,” terang Sunarwan.
3. Menggunakan sembarang cairan
Penggunaan sembarang cairan, khususnya air biasa yang mengandung unsur garam, kapur, atau merkuri yang cukup tinggi akan menyebabkan kerusakan pada radiator. Oleh karena itu, bila ingin mengisi radiator dengan air biasa pastikan air tersebut memiliki tingkat keasaman yang sesuai rekomendasi pabrikan.
Selain itu, pastikan tingkat kandungan garamnya serta tidak mengandung merkuri. Bila Anda merasa ragu, gunakan air mineral.
Kehati-hatian juga harus Anda terapkan pada saat menggunakan cairan khusus radiator yang diproduksi pabrikan. Pastikan cairan tersebut sesuai dengan karakter radiator mobil Anda dan sesuai dengan karakter suhu yang ada di tanah air.
Ingat, merek yang terkenal belum tentu menjadi jaminan bahwa cairan tersebut cocok untuk radiator mobil Anda.
Penggantian cairan radiator tersebut sangat disarankan setiap mobil telah digunakan untuk menempuh perjalanan 40–50 ribu kilometer. Bila mobil jarang digunakan, gunakan patokan waktu maksimal satu tahun (http://otomotif.tempo.co/read/news/2011/05/05/123332329/Tiga-Kesalahan-Penyebab-Radiator-Cepat-Rusak).
Hal ini memang terdengar sepele atau main-main. Namun, sejatinya, sering membuka tutup radiator–saat ingin menambah atau mengetahui kondisi cairan radiator–merupakan cara yang tidak benar.
Terlalu sering membuka tutup radiator akan memperbesar peluang tutup radiator rusak. Pasalnya, pada tutup radiator terdapat dua katup, yaitu katup tekan dan katup vakum. Keduanya berperan penting dalam menjaga temperatur mesin dengan mempertahankan volume air pada sistem pendingin mesin.
Kedua katup tersebut bergantian mengeluarkan dan mengisap air dari tabung cadangan cairan ke radiator dan sebaliknya. Bila katup rusak, maka mekanisme sedot dan kiriman air dari tabung ke radiator tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Akibatnya, radiator kekurangan air dan rusak. Mesin pun mengalami panas berlebihan atau overheating.
Buka tutup radiator itu disarankan hanya dilakukan saat mengganti cairan yaitu jika mobil telah digunakan untuk menempuh perjalanan 40–50 kilometer. Bila mobil jarang dipakai, penggantian harus dilakukan bila telah satu tahun.
2. Tidak tepat saat menguras cairan
Menguras cairan radiator terlihat sangat gampang. Tinggal membuka tutup pembuangan di bagian bawah peranti itu dan membuka tutup pengisian, cairan di dalam radiator pun mengalir deras.
“Tetapi itu tidak cukup. Karena sebagus apa pun kualitas cairan dan mereknya terkenal, tidak ada jaminan di dalam radiator tidak menimbulkan zat sisa yang mirip lumpur,” kata Sunarwan.
Zat sisa itulah yang harus dibersihkan. Caranya, dengan menyemprotkan udara bertekanan tinggi–namun jangan terlalu tinggi–ke lubang radiator. Setelah itu, bilaslah dengan mengalirkan air dari selang dengan debit yang cukup besar ke lubang tersebut.
Selain menyumbat saluran air radiator, keberadaan zat sisa yang timbul karena proses reaksi kimia antara logam radiator, cairan, udara, dan suhu yang berubah-ubah, itu juga berpotensi menyebabkan karat di radiator. Akibatnya, radiator bocor.
“Bila terjadi kebocoran, maka cairan akan terus berkurang. Kekurangan cairan berarti radiator tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya dan mesin pun overheating,” terang Sunarwan.
3. Menggunakan sembarang cairan
Penggunaan sembarang cairan, khususnya air biasa yang mengandung unsur garam, kapur, atau merkuri yang cukup tinggi akan menyebabkan kerusakan pada radiator. Oleh karena itu, bila ingin mengisi radiator dengan air biasa pastikan air tersebut memiliki tingkat keasaman yang sesuai rekomendasi pabrikan.
Selain itu, pastikan tingkat kandungan garamnya serta tidak mengandung merkuri. Bila Anda merasa ragu, gunakan air mineral.
Kehati-hatian juga harus Anda terapkan pada saat menggunakan cairan khusus radiator yang diproduksi pabrikan. Pastikan cairan tersebut sesuai dengan karakter radiator mobil Anda dan sesuai dengan karakter suhu yang ada di tanah air.
Ingat, merek yang terkenal belum tentu menjadi jaminan bahwa cairan tersebut cocok untuk radiator mobil Anda.
Penggantian cairan radiator tersebut sangat disarankan setiap mobil telah digunakan untuk menempuh perjalanan 40–50 ribu kilometer. Bila mobil jarang digunakan, gunakan patokan waktu maksimal satu tahun (http://otomotif.tempo.co/read/news/2011/05/05/123332329/Tiga-Kesalahan-Penyebab-Radiator-Cepat-Rusak).
Tentu saja dengan usaha yang ditawarkan Pak Mamet merupakan solusi dari persoalan kerusakan pada radiator ini, daripada harus membeli yang baru, jika masih bisa diperbaiki kenapa tidak.
Service Radiator Pak Mamet, melayani perbaikan Radiator Setiap hari,
dari Pukul 08.00 WIB. -17.00 WIB. dengan tarif Rp. 100 k /service bisa
ditunggu.


pak saya mau tanya mohon bantuanya,,saya mau blajar buat senapan angin,untuk semuanya saya sudah bisa cuma 1 hal yang kurang saya faham ,masalah patri,,cairan untuk membersikan bidang yang akan di patri itu apa,,katanya air keras HcL tpi kok susah untuk rekat,apa ada campuran kusus biar rekat, untuk bahan dasar kuningan,mohon ilmunya dikit pak,,trima kasih
BalasHapuspak saya mau tanya mohon bantuanya,,saya mau blajar buat senapan angin,untuk semuanya saya sudah bisa cuma 1 hal yang kurang saya faham ,masalah patri,,cairan untuk membersikan bidang yang akan di patri itu apa,,katanya air keras HcL tpi kok susah untuk rekat,apa ada campuran kusus biar rekat, untuk bahan dasar kuningan,mohon ilmunya dikit pak,,trima kasih
BalasHapus